Minggu, 08 April 2012

FILSAFAT EKSISTENSIALISME & FENOMENOLOGI

BAB I
PENDAHULUAN

Perkembangan dan kemajuan peradaban manusia tidak bisa dilepaskan dari peran ilmu. Bahkan perubahan pola hidup manusia dari waktu ke waktu sesungguhnya berjalan seiring dengan sejarah kemajuan dan perkembangan ilmu. Tahap-tahap perkembangan itu kita menyebut dalam konteks ini sebagai periodesasi sejarah perkembangan ilmu sejak dari zaman klasik, zaman pertengahan, zaman modern dan zaman kontemporer.
Zaman klasik meliputi filsafat Yunani dan Romawi pada abad ke-6 SM dan berakhir pada 529 M. Zaman pertengahan meliputi pemikiran Boethius sampai Nicolaus pada abad ke-6 M dan berakhir pada abad ke-15 M. Zaman modern didahului oleh pemikiran tokoh-tokoh Renaissance. Pada filsafat Rene Descartes (1596-1650) dan berakhir pada pemikiran Friedrich Nietzsche (1844-1900), dan zaman kontemporer yang meliputi seluruh filsafat abad ke-20 hingga saat ini.
Para penulis merasa kesulitan ketika hendak menulis filsafat kontemporer, hal ini dikarenakan mereka harus mengambil jarak terhadap obyek zamannya sendiri sehingga mereka sangat berhati-hati ketika berbicara perkembangan filsafat.
Kali ini saya akan mencoba menguraikan filsafat fenomenologi tentang hakikat suatu benda sebagai sumber pengetahuan dan kebenaran serta filsafat eksistensialisme tentang manusia konkret sebagai pokok renungan dari ajaran filsafat ini. Namun sebelumnya akan diuraikan secara ringkas mengenai filsafat yang membawahinya yakni filsafat kontemporer agar diperoleh gambaran komperhensif tentang posisi semua aliran filsafat kontemporer dalam kontelasi sejarah pemikiran Barat.


BAB II
PEMBAHASAN

A.     FILSAFAT KONTEMPORER
There is No Perfectness in the World”, ungkapan ini adalah yang paling tepat dan perlu untuk mengawali pembahasan dalam makalah ini. Sebab, bila kita menelusuri jejak pemikiran filsafat mulai abad klasik, pertengahan, dan modern, ternyata ada kelemahan dan kekurangan di satu sisi serta kelebihan dan kesempurnaan di sisi yang lain. Filsafat modern yang konon katanya, sudah lebih sempurna ternyata masih ada sisi kurangnya sehingga muncul pemikiran baru dalam asas pemikiran yang disebut Fisafat Kontemporer.
Segi kekurangan tersebut bisa diperlihatkan dengan banyaknya filosof dan pemikirannya yang gagal mencapai kebijaksanaan sebagai inti diskursus filsafat. Kegagalan tersebut disebabkan atas dua alasan. Yang pertama, merasa bahwa penilaian terhadap apa yang digolongkan sebagai kebijaksanaan lebih didasari perasaan (feelings) dan keinginan atau gairah (desires) ketimbang pengetahuan (knowledge). Kedua, penilaian itu didasari oleh intuisi yang sulit dipertahankan dengan argumentasi logis.
Disebabkan karena tuntutan logis atau rasionalitas, filsafat mengalami beberapa penggeseran yang khas. Penggeseran pertama, adalah dari paradigma yang kosmosentris lewat paradigma teosentris ke paradigma antroposentris. Wawasan kosmosentris adalah paradigma filsafat Yunani yang berarti kosmos atau alam raya, berada di pusat perhatian para filosof. Lewat paradigma teosentris dalam filsafat Islam dan Kristiani abad pertengahan, Allah ada di pusat perhatian, segala-galanya mau dilihat seakan-akan dari sudut pandang Allah. Dalam paradigma antroposentris manusia menempati center court. Paradigma antroposentris itu muncul dengan terang benderang di panggung filsafat dalam abad ke-17.
Penggeseran yang lain, adalah dari filsafat substansial-dengan pertanyaan dasar “Ada apa? Dan apa yang ada itu apa?”, filsafat ini membahas tentang masalah-masalah seperti hakikat alam, Allah, dan manusia-ke filsafat epistemologis dan metodis yang bertanya tentang: “Apa yang dapat diketahui dan apa yang dikatakan?”, ke filsafat kritis yang mau membebaskan.
Namum dalam faktanya, pedoman para filosof kepada rasio dan menghindari intuisi mengalami pengalaman buruk sebagaimana yang telah dijelaskan pada beberapa buku sejarah filsafat Barat. Gejala postmodernisme yang menginterupsi keabsolutan rasio merupakan bukti mengenai ketidakberdayaan rasio dalam menghadapi kebenaran. Karena dunia yang luas dan mozaik ini hampir tak mungkin bisa ditangkap dengan wadah rasio dan indra saja. Selanjutnya akan disimpulkan secara singkat urutan beberapa perkembangan filsafat pada abad setelahnya.
Pada abad ke-20 kita dapat menyaksikan empat aliran besar dalam filsafat. Pertama, filsafat fenomenologis dan eksistensialisme dengan tokoh-tokohnya: Husserl, Heidegger, dan Sartre, filsafat ini merupakan aliran yang paling subur di Eropa kontinental terutama di Jerman dan Prancis. Aliran kedua, meskipun bermula dari “Lingkaran Wiena”, Austria, menjadi filsafat yang dominan untuk waktu yang lama di wilayah Anglo-Saxon, jadi di Inggris dan Amerika Utara, itulah filsafat analitis dan bahasa, dengan tokohnya Ludwig Wittgenstein, di mana aliran yang paling terkenal adalah Positivisme Logis. Aliran ketiga bertitik berat di Jerman dan Prancis, yaitu filsafat kritis yang memahami pemikiran filosofis sebagai praksis pembebasan. Di sini termasuk Teori Kritis Horkheimer dan Adorno kemudian Habermas, serta segala filsafat yang mendapat inspirasi dasar dari pemikiran Karl Marx dan Foucalt, misalnya teori keadilan John Rawls. Aliran keempat yang sangat tidak homogen adalah medan pemikiran postmodernistik yang terutama dikembangkan di Prancis, dengan tokoh-tokohnya, seperti: Derrida dan Lyotard. Dan di Amerika Serikat dengan Komunitarisme (yang dengan sendirinya menolak dimasukkan ke dalam postmodernisme). “Postmodernisme” itu menolak segala usaha untuk memahami seluruh kekayaan gejala kehidupan manusia melalui satu pola teoretis. Pemahaman satu pola itu memaksa dan menjadi sarana penindasan dalam realitas. Di samping empat aliran besar tersebut, tentu masih ada sekian banyak aliran lain, teutama Neo-Thomisme dan banyak filosof yang tidak mudah dapat ditempatkan ke dalam salah satu dari aliran itu.
Mengenai beberapa aliran filsafat yang berkembang di Barat, menurut sumber yang lain, dinyatakan bahwa pada abad ke-17 dan ke-18 sejarah filsafat Barat memperlihatkan aliran-aliran yang besar, yang bertahan lama dalam wilayah-wilayah luas, rasionalisme, empirisme, dan idealisme. Dibandingkan dengan itu, filsafat Barat dalam abad ke-19 dan 20 kelihatan terpecah-pecah. Macam-macam aliran baru bermunculan, dan yang menarik aliran-aliran ini sering terikat hanya pada satu negara atau satu lingkungan bahasa. Aliran-aliran yang paling berpengaruh pada abad kini diantaranya adalah positivisme, marxisme, eksistensialisme, pragmatisme dan lainnya.
Beberapa aliran-aliran dalam filsafat kontemporer adalah sebagai berikut:

1.      Eksistensialisme
Eksistensi berasal dari kata ex yang berarti keluar dan sister berarti berdiri atau menempatkan, jadi secara luas eksistensi dapat diartikan sebagai berdiri dengan keluar dari diri sendiri. Filsafat eksistensialisme tidak sama dengan eksistensi tetapi ada kesepakatan diantara keduanya yaitu sama-sama menempatkan cara wujud manusia sebagai tema pokok.
Secara umum eksistensialisme merupakan suatu aliran filsafat yang lahir karena ketidakpuasan beberapa filosof yang memandang bahwa filsafat pada masa Yunani hingga modern, seperti protes terhadap rasionalisme Yunani, khususnya pandangan tentang spekulatif tentang manusia. Intinya adalah penolakan untuk mengikuti suatu aliran, penolakan terhadap kemampuan suatu kumpulan keyakinan, khususnya kemampuan sistem, rasa tidak puas terhadap filsafat tradisional yang bersifat dangkal, akademik dan jauh dari kehidupan, juga pemberontakan terhadap alam yang impersonal yang memandang manusia terbelenggu dengan aktifitas teknologi yang membuat manusia kehilangan hakekat hidupnya sebagai manusia yang bereksistensi.
Eksistensialisme merupakan suatu aliran dalam ilmu filsafat yang menekankan pada manusia yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Sebenarnya bukannya tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang tidak benar, tetapi seorang eksistensialis sadar bahwa kebenaran bersifat relatif, dan karenanya masing-masing individu bebas menentukan sesuatu yang menurutnya benar. Manusia juga dipandang sebagai suatu mahluk yang harus bereksistensi, mengkaji cara manusia berada di dunia dengan kesadaran. Jadi dapat dikatakan pusat renungan eksistensialisme adalah manusia konkret.
     Ada beberapa ciri eksistensialisme, yaitu, selalu melihat cara manusia berada, eksistensi diartikan secara dinamis sehingga ada unsur berbuat dan menjadi, manusia dipandang sebagai suatu realitas yang terbuka dan belum selesai, dan berdasarkan pengalaman yang konkret.
Jadi dapat disimpulkan bahwa eksistensialisme memandang manusia sebagai suatu yang tinggi, dan keberadaannya itu selalu ditentukan oleh dirinya, karena hanya manusialah yang dapat bereksistensi, yang sadar akan dirinya dan tahu bagaimana cara menempatkan dirinya. Adapun ilmu-ilmu lain yang berkaitan dengan eksistensialisme adalah ilmu-ilmu yang berkaitan dengan manusia seperti sosiologi (berkaitan dengan manusia dan keberadaannya di dalam lingkungan sosial), antropologi (berkaitan antar manusia dengan lingkungan budaya). Eksistensialisme mempersoalkan keberadaan manusia, dan keberadaan itu dihadirkan lewat kebebasan.
Namun, menjadi eksistensialis bukan selalu harus menjadi seorang yang lain dari pada yang lain, sadar bahwa keberadaan dunia merupakan sesuatu yang berada diluar kendali manusia, tetapi bukan membuat sesuatu yang unik ataupun yang baru yang menjadi esensi dari eksistensialisme. Membuat sebuah pilihan atas dasar keinginan sendiri, dan sadar akan tanggung jawabnya dimasa depan adalah inti dari eksistensialisme. Sebagai contoh, mau tidak mau kita akan terjun ke berbagai profesi seperti dokter, desainer, insinyur, pebisnis dan sebagainya, tetapi yang dipersoalkan oleh eksistensialisme adalah, apakah kita menjadi dokter atas keinginan orang tua, atau keinginan sendiri.
a.  Tokoh-tokoh Eksistensialisme
1)      Soren Aabye Kiekeegaard
Inti pemikiran dari tokoh ini adalah eksistensi manusia bukanlah sesuatu yang statis tetapi senantiasa menjadi, manusia selalu bergerak dari kemungkinan menuju suatu kenyataan, dari cita-cita menuju kenyataan hidup saat ini. Jadi ditekankan harus ada keberanian dari manusia untuk mewujudkan apa yang ia cita-citakan atau apa yang ia anggap kemungkinan.
2)      Friedrich Nietzsche
Menurutnya manusia yang bereksistensi adalah manusia yang mempunyai keinginan untuk berkuasa (will to power), dan untuk berkuasa manusia harus menjadi manusia super (uebermensh) yang mempunyai mental majikan bukan mental budak. Dan kemampuan ini hanya dapat dicapai dengan penderitaan karena dengan menderita orang akan berfikir lebih aktif dan akan menemukan dirinya sendiri.
3)      Karl Jaspers

Memandang filsafat bertujuan mengembalikan manusia kepada dirinya sendiri. Eksistensialismenya ditandai dengan pemikiran yang menggunakan dan mengatasi semua pengetahuan obyektif, sehingga manusia sadar akan dirinya sendiri.
4)      Martin Heidegger
Inti pemikirannya adalah keberadaan manusia diantara keberadaan yang lain, segala sesuatu yang berada diluar manusia selalu dikaitkan dengan manusia itu sendiri, dan benda-benda yang ada diluar manusia, baru mempunyai makna apabila dikaitkan dengan manusia karena benda-benda yang berada diluar itu selalu digunakan manusia pada setiap tindakan dan tujuan mereka.
5)      Jean Paul Sartre
 Menekankan pada kebebasan manusia, manusia setelah diciptakan mempunyai kebebasan untuk menetukan dan mengatur dirinya. Konsep manusia yang bereksistensi adalah makhluk yang hidup dan berada dengan sadar dan bebas bagi diri sendiri.

 

2.      Fenomonologi
Edmun Husserl (1859-1938) menjadi pelopor filsafat fenomenologi. Ia adalah seorang filosof dan matematikus mengenai intensionalisme atau pengarahan melahirkan filsafat fenomenologi berdasarkan pemikiran Brentano. Ia selalu berupaya ingin mendekati realitas tidak melalui argumen-argumen, konsep-konsep atau teori umum. “Zuruck zu den sachen selbst”- kembali kepada benda-benda itu sendiri merupakan inti dari pendekatan yang dipakai untuk mendeskripsikan realitas menurut apa adanya. Setiap objek memiliki hakikat, dan hakikat itu berbicara kepada kita jika kita membuka diri kepada gejala-gejala yang kita terima. Kalau kita “mengambil jarak” dari objek itu melepaskan objek itu dari pandangan-pandangan lain, dan gejala-gejala itu kita cermati, maka objek itu berbicara sendiri mengenai hakikatnya,  dan kita memahaminya berkat intuisi dalam diri kita.
Fenomen atau fenomenon memiliki berbagai arti, yaitu: gejala semu atau lawan bendanya sendiri (penampakan). Menurut para pengikut fenomenologi, suatu fenomen tidak perlu harus dapat diamati dengan indera, sebab fenomen dapat juga di lihat secara rohani, tanpa melewati indera. Untuk sementara dapat dikatakan, bahwa menurut para pengikut filsafat fenomenologi, fenomen adalah “apa yang menampakkan diri dalam dirinya sendiri”, apa yang menampakkan diri seperti apa adanya, apa yang jelas di hadapan kita.
Secara harfiah fenomenologi atau fenomenalisme adalah aliran atau faham yang menganggap bahwa fenomenalisme (gejala) adalah sumber pengetahuan dan kebenaran. Fenomenalisme bergerak di bidang yang pasti. Hal yang menampakkan dirinya dilukiskan tanpa meninggalkan bidang evidensi yang langsung. Fenomenalisme adalah suatu metode pemikiran, “a way of looking at things”. Fenomenalisme adalah tambahan pada pendapat  Brentano bahwa subjek dan objek menjadi satu secara dialektis. Tidak mungkin ada hal yang melihat. Inti dari fenomenalisme adalah tesis dari “intensionalisme” yaitu hal yang disebut konstitusi.
Filsafat Fenomenologi berusaha untuk mencapai pengertian yang sebenarnya yang dinamakan untuk mencapai “hakikat segala sesuatu”. Untuk mencapai hakikat segala sesuatu itu melalui reduksi.
Para ahli tertentu mengartikan Fenomenologi sebagai suatu metode dalam mengamati, memahami, mengartikan, dan  memaknakan sesuatu sebagai pendirian atau suatu aliran filsafat.
Dalam pengertian suatu metode, Kant dan Husserl, mengatakan bahwa apa yang diamati hanyalah fenomena, bukan sumber gejala itu sendiri. Dengan demikian, terhadap sesuatu yang diamati terdapat hal-hal yang membuat pengamatannya tidak murni. Tiga hal yang perlu disisihkan dari usaha menginginkan kebenaran yang murni, yaitu:
a.         Membebaskan diri dari anasir atau unsur subjektif,
b.        Membebaskan diri dari kungkungan teori, dan hipotesis, serta
c.         Membebaskan diri dari doktrin-doktrin tradisional.
Setelah mengalami reduksi yang pertama tingkat pertama, yaitu reduksi fenomenologi atau reduksi epochal, fenomena yang dihadapi menjadi fenomena yang murni, tetapi belum mencapai hal yang mendasar atau makna sebenarnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan reduksi kedua yang disebut reduksi eiditis. Melalui reduksi kedua, fenomena yang kita hadapi mampu mencapai inti atau esensi. Kedua reduksi tersebut adalah mutlak. Selain kedua reduksi tersebut terdapat reduksi ketiga dan yang berikutnya dengan maksud mendapatkan pengamatan yang murni, tidak terkotori oleh unsur apa pun, serta dalam usaha mencari kebenaran yang tertinggi.
Tokoh-tokoh fenomenologi yang lain adalah, Max Scheller (1874-1928), Maurice Merleau-Ponty (1908-1961).


BAB III
KESIMPULAN
            Filsafat modern telah dianggap lebih sempurna dalam sisi pemikirannya, tapi pada faktanya masih ada sisi kekurangannya sehingga muncul pemikiran baru dalam asas pemikiran yang disebut Fisafat Kontemporer.
            Ada dua kekurangan pemikiran filsafat moderen: pertama, merasa bahwa penilaian terhadap apa yang digolongkan sebagai kebijaksanaan lebih didasari perasaan (feelings) dan keinginan atau gairah (desires) ketimbang pengetahuan (knowledge). Kedua, penilaian itu didasari oleh intuisi yang sulit dipertahankan dengan argumentasi logis.
            Secara harfiah fenomenologi atau fenomenalisme adalah aliran atau faham yang menganggap bahwa fenomenalisme (gejala) adalah sumber pengetahuan dan kebenaran. Fenomenalisme bergerak di bidang yang pasti. Hal yang menampakkan dirinya dilukiskan tanpa meninggalkan bidang evidensi yang langsung. Tokoh-tokoh fenomenologi adalah  Edmund Husser, Max Scheller, dan Maurice Merleau-Ponty.
            Eksistensialisme merupakan suatu aliran dalam ilmu filsafat yang menekankan pada manusia yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Manusia juga dipandang sebagai suatu mahluk yang harus bereksistensi, mengkaji cara manusia berada di dunia dengan kesadaran. Jadi dapat dikatakan pusat renungan eksistensialisme adalah manusia konkret. Tokoh-tokoh aliran eksistensialisme antara lain: Soren Aabye Kiekeegaard, Friedrich Nietzsche, Karl Jaspers, Martin Heidegger, dan Jean Paul Sartre.
****
____________________________________________________________________
DAFTAR PUSTAKA
Poeja, Wijatna. 2005. Pembimbin ke Arah Alam Filsafat. Jakarta: Rineka Cipta.
Sudarsono, Drs. 1993. Ilmu Filsafat Suatu Pengantar. Jakarta: Rineka Cipta.
Maksum, Ali. 2008. Pengantar Filsafat Dari Masa Klasik Hingga Postmodernisme. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Muntansyir, Riza dkk. 2004. Filsafat Ilmu.  Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Selasa, 03 April 2012

PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA PENJAJAHAN

A.        Pendidikan Islam Pada Masa Penjajahan Belanda
Pendidikan merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat, terutama masyarakat Islam. Agama Islam selalu mengajarkan bahwa pendidikan merupakan suatu kewajiban bagi tiap-tiap muslim. Oleh sebab itu, umat Islam selalu mengutamakan pendidikannya, dan karena pendidikan juga dapat menentukan masa depan seseorang.
Indonesia merupakan Negara yang penduduknya adalah mayoritas Islam. Karenanya, telah banyak berdiri pesantren-pesantren dan lembaga-lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Pada abad ke-15 M, pesantren telah didirikan oleh para penyebar agama Islam, di antaranya Wali Songo.
Pelaksanaan Islam di Indonesia, terutama di Pulau Jawa sudah tergolong baik. Lembaga-lembaga pendidikan semakin banyak yang berdiri. Namun penyebaran misi mulia itu tidaklah berjalan mulus setelah Belanda datang ke Nusantara. Pada mulanya kedatangan orang-orang asing Belanda ke Indonesia adalah untuk menjalin hubungan perdagangan dengan bangsa Indonesia. Belanda tidak hanya memonopoli perdagangan dengan bangsa Indonesia, namun satu demi satu Belanda mampu manundukkan penguasa-penguasa loka, kemdian merampas daerah-daerah tersebut ke dalam kekuasaannya, selanjutnya berlangsunglah system penjajahan.
Pemerintah Belanda mulai menjajah Indonesia dengan menduduki Jakarta. Namun Usaha Belanda dalam upaya melumpuhkan Indonesia belum cukup sampai di situ. Belanda memperluas daerah jajahannya dengan cara menjatuhkan penguasa-penguasa local. Mereka juga memecah belah kerajaan sehingga akhirnya Belanda memberlakukan kolonialisme. Belanda melakukan perluasan kekuasaan setahap demi setahap hingga akhirnya seluruh Nusantara dapat dikuasainya.
Penjajahan Belanda selama tiga ratus lima puluh tahun dengan misi kristenisasi, dengan berbagai penindasan yang dilakukan terhadap rakyat Indonesia dan berbagai kebijakan politik yang sangat merugikan bangsa Indonesia.
Kebijaksanaan Belanda dalam mengatur jalannya pendidikan dimaksudkan untuk kepentingan mereka sendiri, terutama untuk kepentingan Kristen. Mereka mendirikan sekolah agama Kristen di setiap daerah.
Inisiatif untuk mendirikan lembaga pendidikan yang diperuntukkan penduduk pribumi adalah ketika Van Den Capellen menjabat sebagai gubernur jederal memberikan surat edaran yang diberikan kepada para bupati yang isinya adalah: “Dianggap penting untuk secepatnya mengadakan peraturan pemerintah yang menjamin meratanya kemampuan membaca dan menulis bagi penduduk pribumi agar  mereka dapat dengan mudah untuk dapat mentaati  undang-undang dan hukum  Negara yang ditetapkan Belanda”.
Telah jelas bahwa tujuan Belanda mendirikan sekolah-sekolah atau lembaga-lembaga pendidikan bagi masyarakat Indonesia adalah untuk kepentingannya sendiri. Belanda menganggap bahwa pendidikan Islam yang berada di Pondok Pesantren, mushola, serta Masjid tidak membawa manfaat bagi mereka.
Sesungguhnya Belanda takut pada rakyat Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah pemeluk agama Islam. Beberapa usaha Belanda untuk membendung masyarakat Islam adalah sebagai berikut:
1.    Pada tahun 1882 pemerintah Belanda membentuk suatu badan khusus yang bertugas yang mengawasi beragama dan pendidikan Islam yang mereka sebut Resterraden. Dari nasihat badan inilah, maka pada tahun 1905  pemerintah Belanda mengeluarkan peraturan baru yang isinya bahwa orang yang memberikan pengajaran atau pengajian agama Islam harus terlebih dahulu kepada pemerintah Belanda.
2.    Tahun  1925 keluar lagi peraturan yang lebih ketat terhadap pendidikan agam Islam yaitu bahwa tidak semua orang kiyai boleh memberikan pelajaran mengaji terkecuali telah mendapat semacam rekomendasi dari pemerintahan Belanda.
3.    Pada tahun 1932 keluar lagi peraturan yang isinya berupa wewenang untuk memberantas dan menutup madrasah dan sekolah yang tidak ada izin, atau memberikan pelajaran yang tidak disukai oleh pemerintah Belanda yang disebut Ordonaso Sekolah Luar Wilde School Ordonantie.
Pendidikan Islam sebelum tahun 1900 lebih mengutamakan pelajaran praktis seperti: Ketuhanan, keimanan,  dan masalah-masalah yang berhubungan dengan ibadah. Pada pengkajian kitab-kitab diajarkan ilmu sharaf, nahu, tafsir, dan lain-lain. Pendidikan Islam pada masa peralihan yang terjadi pada tahun 1905, mendapat pengawasan lebih ketat. Dalam tahun 1905, pemerintah mengeluarkan suatu peraturan yang mengharuskan para guru agama Islam memiliki izin khusus untuk mengajar kedudukannya tentang agama Islam. Proses pendidikan diawasi oleh bupati atau pejabat, apakah guru tersebut bertindak sesuai izin yang diberikan. Pengawasan juga dilakukan untuk membatasi permasalahan yang dibicarakan dalam memberikan pelajaran.
Adapun cirri-ciri pelajaran agama Islam pada masa peralihan ini berupa:
1.    Pelajaran untuk dua sampai enam ilmu dihimpun secara sekaligus.
2.    Pelajaran ilmu Nahu lebih didahulukan atau disamakan dengan ilmu Sharaf.
3.    Buku pelajaran semuanya karangan Ulama Islam kuno dan dalam bahasa Arab.
4.    Buku-buku semuanya dicetak.
5.    Suatu ilmu diajarkan dari beberapa macam buku, rendah menengah, dan tinggi.
6.    Lahirnya aliran baru dalam Islam seperti yang dibawa oleh majalah Al-Manar di Mesir.
Selanjutnya pada tahun 1932 keluar pula peraturan yang dapat memberantas dan menutup madrasah dan sekolah yang tidak ada izinnya atau memberikan pelajaran yang tidak disukai oleh pemerintah, yang disebut dengan undang undang sekolah liar wild school ordonantie. Akhirnya pada tanggal 26-27 Desember1932 M, dewan pendidikan dari Permi memutuskan bahwa ordonasi tersebut melanggar dasar-dasar Islam dan dasar-dasar umum dan merupakan pukulan terhadap sekolah-sekolah Thawalib, sedangkan kebebasan bangsa Indonesia untuk menganut dan membangun pendidikan menurut harapan-harapan sendiri dikurangi, maka bergabunglah Permi  dengan teman siswa dalam menolak ordonasi tersebut.
Perlawanan yang tegas oleh bangsa Indonesia terhadap Belanda akhirnya membuahkan hasil. Belanda menarik peraturan tersebut dan menggantinya yang lebih lunak. Namun tetap, saja kekuatan Islam di Indonesia tidak dapat terbendung.
B.        Pendidikan Islam Pada Masa Penjajahan Jepang
Pada masa penjajahan Jepang, peraturan yang ditetapkan lebih lunak dibandingkan saat masa kolonialisme Belanda. Sehingga banyak lembaga-lembaga pendidikan banyak mangalami perkembangan.
Namun kebaikan Jepang yang seakan-akan membela Islam tersebut hanya merupakan siasat untuk keperluan Perang Dunia II. Untuk mendakati umat islam Indonesia mereka menempuh kebijaksanaan antara lain:
1.         Kantor urusan agama yang pada masa Belanda dipimpin oleh orang-orang orientalis Belanda dirubah menjadi dipiompin oleh ulama Islam sendiri yaitu K.H Hasyim Asy’ari.
2.         Pondok pesantren yang besar-besar sering mendapat kunjungan dan bantuan dari pembesar Jepang.
3.         Sekolah Negeri diberi pelajaran budi pekerti yang isinya identik dengan ajaran agama.
4.         Pemerintah Jepang mengizinkan pembentukan barisan Hizbullah untuk memberikan latihan dasar kemiliteran bagi pemuda islam.
5.         Pemerintah Jepang mengizinkan berdirinya sekolah Tinggi Islam di Jakarta.
6.         Para ulama Islam bekerja sama dengan pimpinan-pimpinan Nasionalis diizinkan membentuk barisan PETA..
7.         Umat Islam diizinkan meneruskan organisasi persatuan yang disebut Majelis Islam A’la Indonesia yang bersifat kemasyarakatan.
Waktu Jepang mendapat tekanan dari sekutu pada Perang Dunia II, pada saat itulah Jepang mulai berlaku sewenag-wenang pada babngsa Indonesia yang dapat menimbulkan penderitaan terhadap bangsa Indonesia.
Jepang lalu memberlakukan kerja paksa (Romusha) dan membentuk badan-badan pertahanan rakyat semesta. Kehidupan bangsa Indonesia semakin menderita dan tertindas.
Meski kejam, toh, ada juga sisi baik yang tidak kita sadari dan sangat berpengaruh. Bahasa Indonesia menjadi hidup dan berkembang secara luas di seluruh Indonesia, baik sebagai bahasa pergaulan, bahasa pengantar maupun sebagai bahasa ilmiah. Buku-buku dalam bahasa asing yang diperlukan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Lembaga-lembaga pendidikan Islam semakin berkembang hingga ke kurikulumnya. Bahkan Jepang masih menyempat-nyempatkan untuk mengambil hati Indonesia meski mereka tak bertahan lebih lama lagi. Salah satunya adalah kebijakan pada tanggal 1 Mei 1945, di mana Gunseikan memutuskan hari Jumat libur setengah hari bagi kantor pemerintah. Pada 11 Juni, Al-Qur’an dicetak pertama kalinya di bumi Indonesia. Dan pada 8 Juli, Universitas Islam Indonesia didirikan dengan Abdul Kahar Muzakkir sebagai ketua. Setelah proklamasi kemerdekaan, universitas ini dipindahkan dari Jakarta ke Yogyakarta.
****

DAFTAR PUSTAKA
 
Asrohah, Hanun. 1999. Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.
Nizar, Samsul. 2009. Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana Prenada Media.
Triwahyudi, Uun. “Pendidikan Islam diIndonesia Pada Masa Penjajahan Belanda Dan Jepang II”, makalah diakses pada 17 Maret 2012 dari http://uuntriwahyudi.blogspot.com/2011/05/pendidikan-islam-di-indonesia-pada-masa.html.
Adisuseno. “Islam Terlalu Kuat Buat Jepang”, artikel diakses pada 21 Maret 2012 dari http://adisuseno.wordpress.com/tag/pendidikan-islam-zaman-penjajahan-jepang/.

Minggu, 01 April 2012

PERANAN IPTEK DALAM KEHIDUPAN MANUSIA


Oleh: Fallazuar, Hidayatur, dan Jadmiko.


PENDAHULUAN
Di era globalisasi ini kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari yang namanya Ilmu pengetahuan dan teknologi atau yang biasa kita sebut IPTEK, mulai dari hal yang kecil sampai masalah yang paling vital semua tidak lepas dari IPTEK, kita senantiasa membutuhkan sebuah sarana yang membantu dan memudahkan kita dalam melakukan berbagai hal serta aktivitas kita sehari-hari salah satunya yaitu dengan IPTEK. Setiap hari diberbagai media baik televisi maupun cetak selalu ‘menghidangkan’ berbagai pengetahuan serta teknologi yang serba canggih yang bisa memenuhi kebutuhan individu maupun masyarakat yang kian meningkat. Semua orang dapat merasakan begitu banyaknya kemudahan yang dapat dinikmati Orang berperjalanan jauh dalam waktu yang singkat dengan alat transportasi seperti pesawat terbang, dapat dengan mudah berkomunikasi dengan orang lain yang jaraknya  beribu-ribu kilometer dengan telephone, mengerjakan sesuatu dengan ringan karena ditemukanya alat-alat penunjang dan masih banyak lagi.
Perkembangan IPTEk di dunia tidak hanya membawa dampak positif saja yang banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh manusia, namun disamping itu IPTEK juga tidak jarang menimbulkan dampak negatif yang merugikan manusia dan perlu dikaji ulang untuk meminimalisir dampak negatif tersebut.
Oleh karena itu, kesadaran dan tanggungjawab kita dituntut lebih tinggi agar efek negatif dari kemajuan ilmu pengetahuan alam dan teknologi dapat ditekan sekecil mungkin. Dalam makalah ini kami menyajikan beberapa dampak penggunaan ilmu pengetahuan alam dan teknologi terhadap kehidupan manusia agar kita bisa lebih bertanggungjawab dalam menggunakan IPTEK.

PEMBAHASAN
A.  DAMPAK IPTEK  TERHADAP KEBUTUHAN POKOK MANUSIA
1.      Pangan (makanan)
            Dampak positif yang ditimbulkan oleh kemajuan almu pengetahuan alam dan teknologi antara lain:
a.       Ditemukannya bibit unggul yang dalam waktu singkat dapat diproduksi berlipat ganda.
b.      Digunakannya mekanisasi pertanian untuk memungut hasil produksi sehingga hasilnya lebih besar dibanding dengan tenaga manusia.
c.       Diterapkannya cara pemupukan yang tepat serta digunakannya bakteri yang sanggup memperkuat akar tanaman, sehingga hasilnya bertambah banyak.
d.       Digunakannya bio teknologi untuk merangsang tumbuhnya daun, bunga, atau buah sehingga tumbuh lebih banyak.

            Salah satu dampak negatifnya adalah penggunaan pestisida dapat membunuh hewan ternak, meracuni hasil panen, serta dapat meracuni manusia.
2.      Sandang (Pakaian)
            Dampak positif dari kemajuan IPA dan teknologi pada sandang antara lain:
  1. Menolong manusia dalam pengadaan sandang dengan adanya mesin tekstil sehinga mempercepat proses pembuatan pakaian.
  2. Telah ditemukannya serat sintetis, baik yang membuat dari pkok-pokok kayu yang diprose secara imiawi menjadi benang (rayon), maupun dari bahan galian seperti hasil sulingan bautbara dan minyak bumi yang dapat diproses menjadi serat-serat sintetis.
  3. Dengan serat sintetis, pembuat tekstil dapat dilakukan secara besar-besaran dalam waktu yang singkat.

Dampak negatif, antara lain:
a.       Bahan-bahan yang berupa polimer sintetis yang dalam bahasa sehari-hari dinamakan plastik, kalau menjadi sampah sulit dihancurkan oleh bakteri-bakteri pembusuk
b.       Sampah plastik apabila dibakar akan menyebabkan menipisnya lapisan ozon, namun jika tidak dibakar dapat mencemari tanah sehingga mengurangi kesuburan tanah.

3.      Papan (Tempat Tinggal)
Dampak positifnya antara lain:
Dengan menerapkan teknologi maju, menusia mampu membangun rumah dan gedung-gedung pencakar langit. Orang tidak lagi menggunakan tangga, tetapi cukup dengan menekan tombol dan dalam beberapa detik saja orang sudah sampai di lantai yang dituju.
Dampak negatifnya, antara lain:
  1. Dengan peralatan modern, orang dengan mudah membabat hutan untuk pembangunan rumah, gedung, dan sebagainya atau untuk perabotan lain. Akibatnya hutan menjadi gundul yang akhirnya dapat menimbulkan berbagai bencana yang merugikan manusia sendiri.
  2. Dengan diterapkannya teknologi modern, tenaga manusia banyak yang tidak terpakai sehingga banyak terjadi pengangguran. Sebagai akibat dari pengangguran ini timbul kejahatan dimana-mana.

B.  DAMPAK TERHADAP PENDAYAGUNAAN SUMBER DAYA ALAM
Dampak Positif yang Berupa Keberhasilan Manusia
            Pemanfaatan pengembangan ilmu pengetahuan alam dan teknologi dapat dimanfaatkan untuk menaikkan kuantitas suatu produk:
  1. Dalam bidang pertanian
            Dengan kemajuan ilmu pengetahuan alam dan teknologi, manusia mampu menentukan jenis tanah, unsur-unsur yang diperlukan tanaman sehingga dapat memberikan pupuk yang paling tepat. Manusia juga dapat mengetahui bibit unggul dengan menggunakan sinar radio aktif.
  1. Dalam bidang industri
            Kita ambil contoh industri pengolahan minyak kelapa sawit. Penggunaan teknologi yang maju untuk pengolahan minyak kelapa sawit, temparatur dan tekanannya dapat meniongakatkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan cara tradisional.

Dampak Negatif
            Kita ambil contoh  industri pabrik sagu aren. Air limbah dari pabrik sagu aren tersebut dapat membahayakan bagi kesehatan masyarakat, dan berdampak terhadap lingkungan yang ada di sekitarnya.

C.  DAMPAK TERHADAP SUMBER DAYA ALAM
  1. Minyak Bumi
            Minyak bumi merupakan sumber daya alam yang paling utama dalam memenuhi kebutuhan energi dunia, namun tidak dapat diperbaharui. Minyak bumi berasal dari fosil yang terbentuk secara alami dalam proses jutaan tahun lamanya.
            Pembakaran minyak bumi berupa gas-gas oksida, antara lain karbondioksida berguna untuk fotosintesis, sedangkan gas karbonmonoksida dapat meracuni sel-sel darah merah sehingga tidak dfapat berfungsi lagi sebagai pengangkut oksigen dalam jaringan tubuh. Sisa gas yang berupa jelaga halus, misalnya pada mesin deisel atau bensi yang sudah tua dapat menyebabkan sesak nafas. Namun yang lebih berbahaya adalah gas-gas yang mengandung timah hitam atau air raksa yang biasanya dipakai sebagai campuran bensin agar bensin mudah dibakar. Keracunan gas tersebut sukar diobati karena logam-logam tersebut mengendap dalam jaringan tubuh kita.
            Penggalian bumi juga dapat menimbulkan adanya tumpahan di sekitar pengeboran itu yang dapat merusak lingkungan sehingga merugikan hewan, tumbuhan, dan manusia yang hidup di sekitar daerah itu.
  1. Batu Bara
            Penambangan batu bara juga dapat membahayakan manusia karena gas oksigen dalam tambang itu sangat terbatas, sebaliknya gas-gas bumi yang menyesakkan nafas justru berlimpah.Tumpahan dari pengangkutan batu bara juga dapat mencemari lingkungan. Batu bara tergolong sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Namun karena kemajuan teknologi, menyebabkan bahan tersebut dapat di daur ulang.
  1. Air
            Air merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui, artinya setelah dipakai dapat dibersihkan kembali. Namun pembersihan itu tidak selalu dapat sempurna, sehingga lambat laun air bersih ini akan semakin menurun jumlah dan kualitasnya.
  1. Hutan, Hewan, dan Ternak
            Sumber daya lainnya yang dapat diperbaharui adalah hutan, hewan, dan ternak. Akan tetepi harus memperhatikan batas toleransinya. Apabila batas toleransi itu diterjang, semua itu tidak dapat lagi diperbaharui. Sayangnya teknologi modern justru mengakibatkan sumberdaya tersebut menjadi tidak dapat lagi diperbaharui.
  1. Tanah
            Tanah merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui, namun jika tidak hati-hati dalam pemakaiannya, akan menjadi rusak.

D.  DAMPAK TERHADAP SUMBER DAYA MANUSIA
  1. Dampak Positif
a.       Perkembangan ilmu pengetahuan alam dan teknologi dapat mendorong manusia untuk mendayagunakan sumber daya alam secara lebih efektif dan efisien. Manusia dapat mengubah sistem transportasi dan komunikasi sehingga memudahkan kegiatan.
b.      Perkembangan IPTEK dapat menaikkan kualitas sumber daya manusia, karena membuka kemungkinan tersedianya sarana dan prasarana penunjang kegiatan ilmiah. Selain itu, juga terbuka kemungkinan meningkatkan kemakmuran dan peningkatan inteligensi manusia.
  1. Dampak Negatif
a.       Meningkatnya pengangguran karena pekerjaan yang semula dikerjakan manusia diganti oleh mesin.
b.      Timbulnya pencemaran yang disebabkan zat-zat radio aktif yang vsangat beracun baik pada tanah, air, maupun udara.
c.       Karena teknologi mengamankan hidup manusia, tanpa disadari lambat laun  dapat mematikan imajinasi dan perasaan  serta kejiwaan manusia.
            Pengembangan teknologi yang mengatur perilaku manusia menyebabkan munculnya masalah sebagai berikut:
a.       Penemuan teknologi yang mengatur perilaku ini dapat menyebabkan kemampuan perilaku seseorang berubah dengan operasi dan manipulasi dalam susunan saraf otak melalui:
1)      Spychosurgerys infus
2)       Bahan kimiawi
3)      Obat bius tertentu
4)      EBS (Elektronic Stimulation of The Brain)
5)      Shock listrik tertentu
b.      Behavior Control memunculkan masalah etnis bila kelakuan bila kelakuan seseorang dikontrol oleh teknologi dan bukan oleh dirinya sendiri. Konflik muncul justru karena si pengatur memperbudak orang yang dikendalikan.
Pemakaian teknologi supermodern cenderung mengasingkan manusia dari eksistensiny sebagai pekerja. Akibat pekerjaan tangan dan otaknya telah digantikan tenaga mesin.
E.  DAMPAK TERHADAP KOMUNIKASIDAN TRANSPORTASI
1.      Dampak positif :
            Dengan diterapkanya Ilmu pengetahuan dan teknologi banyak kemudahan dan keefesiensian dalam beraktivitas termasuk dalam bidang komunikasi dan transportasi. Saat ini perbedaan tempat atau wilayah saat ini bukan kendala untuk dapat berkomunikasi via suara maupum gambar. Ditemukanya radio, televisi, telephone, telpon genggam dengan seperangkat fasilitas yang dimiliki.
            Demikian juga dengan jangkauan wilayah dengan teknologi modern, orang dapat membuat sarana transportasi, misalnya sepeda motor, mobil, bus, kereta api, kapal laut, pesawat terbang, dan lain-lain. Sarana transportyasi tersebut sangat efektif dan efisien daripada memakai alat transportasi pada zaman dulu, misalnya kuda, naik kereta kuda atau kapal layar.
2.      Dampak negatif :
            Dengan satelit, orang dapat  mengrtahui adanya pabrik senjata, ada rektor atom dalam perut bumi, cadangan minyak, uranium, dan sebagainya, niat jahat untuk menguasai semua itu jika timbul akan menjadi rebutan yang pada akhirnya, menimbulkan perselisihan.
            Begitu juga dalam hal transportasi juga bisa menimbulkan berbagai hal negatif misalnya timbulnya pencemaran suara dan pencemaran udara yang bisa menyebabkan perusakan pada pendengaran dan udara yang kotor dapat menyebabkan  polusi udara, berkurangnya lahan-lahan pertanian yang produktif karena dipakai untuk menampung kebutuhan akan jasa transportasi, seperti terminal, bandara, atau pakir kendaraan.
F.   DAMPAK TERHADAP PENINGKATAN KESEHATAN
            Pada saat ini ketika ada orang yang organ tubuhnya sudah tidak dapat berfungsi lagi, maka upaya cangkok mata, cangkok hati,cangkok ginjal bukan lagi hal yang aneh. Bahkan sedang dilakukan pembuatan organ buatan yang dapat ditanam di dalam tubuh untuk menggantikan bagian-bagian yang sudah tidak dapat berfungsi lagi.
            Bahkan penggunaan perunut radioaktif untuk mendeteksi tempat-tempat yang sakit sudah diketahui secara umum. Secara umum dampak terhadap peningkatan kesehatan adalah [1]:
1.      Meningkatkan Ilmu dan Fasilitas di Bidang Kedokteran
2.      Meningkatkan Teknologi Obat-obatan
3.      Memberantas Penyakit Menular
4.      Membantu Timbulnya Penyakit tertentu

G. DAMPAK TERHADAP PENCAPAIAN KEMAKMURAN
Keadaan umat manusia kini sangat berbeda dengan peradaban jaman dulu, misalnya peradaban Mesir Kuno, Yunani Kuno, Romawi, atau peradaban di daratan Cina. Penyebab utamanya ialah pertumbuhan penduduk, sains, dan teknologi membawa kemudahan, kemakmuran, dan kenyamanan, sedangkan teknologi komunikasi membuat interdepensi secara global yang semakin meningkat.
Namun begitu, sains dan teknologi juga membawa segi – segi yang negatif. Salah satunya adalah perkembangan dunia. Akhir – akhir ini yang menunjukkan kecenderungan yang sangat memprihatinkan akibat kesalahan dalam pemanfaatan kemajuan sains dan teknologi.
1.      Dampak Positif dalam Upaya Pemenuhan Kebutuhan Manusia
a.      Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi Mendatangkan Kemakmuran Materi
Adanya perkembangan ilmu pengetahuan alam dan teknologi melahirkan cabang ilmu pengetahuan baru, antara lain:
a)    Teknik modern yang terdiri atas teknik penerbangan, teknik kimia, teknik sipil, teknik nuklir, teknik listrik, dan mekanik.
b)    Teknologi hutan.
c)    Teknologi gudang.
d)   Metalurgi.
e)    Teknologi transportasi, dan lain – lain.
Dengan menggunakan cabang – cabang ilmu pengetahuan baru tersebut, kita dapat memperoleh hasil, antara lain:
a.       Dalam penggunaan teknik kimia.
b.      Dalam penggunaan teknik nuklir.
c.       Dalam penggunaan teknik mekanik.
d.      Dalam penggunaan teknik penerbangan.
e.       Dalam penggunaan teknologi hutan.
Menurut fungsinya, hutan dapat dibafgi menjadi:
a.                   Hutan lindung,
b.                  Hutan produksi,
c.                   Hutan suaka alam, dan
d.                  Hutan wisata.

Menurut letaknya, hutan dapat dibagi menjadi:
a.       Hutan pantai,
b.      Hutan payau,
c.       Hutan rawa gambut,
d.      Hutan hujan, dan
e.       Hutan musim.

b.                  Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi Dapat Mendatangkan Kemudahan Hidup
Usaha untuk mendapat kemudahan hidup dengan penerapan perkembangan ilmu pengetahuan alam dan teknologi misalnya:
1)      Dengan teknik modern, orang dapat mengendalikan aliran air sungai dengan membuat bendungan.
2)      Dengan teknik modern, telah dapat dibuat berbagai alat yang dapat meringankan pekerjaan seseorang.
3)      Dengan teknik modern, dapat dibuat berbagai media pendidikan.
4)      Dengan teknik modern, dapat dibuat bermacam-macam alat transportasi.

2.      Dampak Negatif yang Menyulitkan Pengendalian Diri
Negara yang menguasai perkembangan ilmu pengetahuan alam dan teknologi, lebih mudah memperoleh kemakmuran materi dibandingkan negara yang kurang mempunyai kemakmuran dalam bidang tersebut. Akibatnya, timbul negara kaya dan negara miskin.
Penerapan teknik nuklir dan pembuatan senjata mutakhir telah menimbulkan kegelisahan umat manusia karena dapat mengancam perdamaian dunia jika diantara negara – negara adikuasa tersebut tidak mampu mengendalikan dirinya.
Hubungan yang tidak serasi antara sistem produksi, sistem ekonomi, dan sistem ekologi mengakibatkan terjadinya pemakaian dan pemborosan sumber daya alam secara berlebihan dan di sisi lain kurang memanfaatkan sumber daya manusia yang melimpah, akibatnya timbul golongan masyarakat yang menguasai produksi dan golongan masyarakat yang memerlukan pekerjaan karena tenaganya tergantikan oleh alat – alat yang lebih ekonomis.
Usaha manusia untuk menaklukkan alam melalui sains dan teknologi mengakibatkan pemusatan kekuasaan terhadap alam pada sejumlah kecil manusia di bumi yang akhirnya mnenguasai manusia lain. Saling curiga antar kelompok (negara) yang mengakibatkan masing–masing negara saling mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan buruk. Diantara mereka saling berlomba untuk membuat berbagai senjata. Akibatnya, banyak tercipta berbagai macam senjata pemusnah yang dapat mengancam peradaban manusia sendiri.
Masalah lain yang timbul akibat perkembangan sains dan teknologi antara lain:
·         Kesempatan kerja bagi penduduk yang semakin berkurang, sedangkan angkatan kerja semakin bertambah.
·         Pemakaian sumber energi yang berlebihan dikhawatirkan akan merugikan genrasi yang akan datang.
Masalah – masalah tersebut bersumber pada dinamika kependudukan, pengembangan sumber daya alam, pertumbuhan ekonomi dan perkembangan teknologi, yang kesemuanya bertitik tolak pada suatu masalah besar.
Kurang tepat apabila semua dampak negatif yang terlihat sekarang dianggap sebagai dampak teknologi saja atau dampak struktur ekonomi saja karena keduanya memang tidak berdiri.



___________________________________________________________________________________

DAFTAR PUSTAKA
Mawardi, Hidayati Nur, Ilmu Alamiah Dasar-Ilmu Sosial Dasar-Ilmu Budaya Dasar, Pustaka Setia, Bandung, 2000
Tasmuji, Cholil H, Sutikno, Vidiagati,, Ilmu Alamiah Dasar-Ilmu Sosial Dasar-Ilmu Budaya Dasar, IAIN Sunan Ampel Press, Surabaya, 2011


[1]               Drs, Mawardi, Ir. Nur Hidayati, “IAD-ISD-IBD”, Pustaka Setia, 2009, 123-127
hit counter
perfume